Ilmu Budaya Dasar Jawa Timur

 

MAKALAH

ILMU BUDAYA DASAR

 

 

 

 

 

 

 

 

JUDHO PERWIRO

23112982

#SOFTSKILL

 

PENDAHULUAN

 

      Bagi serang mahasiswa, bidang studi Ilmu Budaya Dasar merupakan mata pelajaran yang sangat penting. Hal ii akan sangat menbantu pelajaran dari seorang mahasiswa. Saya menulis makalah ini dengan tujuan berbagi ilmu, dan pengetahuan yang saya miliki, dan untuk nilai mata kuliah softskill.

      Dalam makalah ini saya akan membahas tentang ilmu budaya dasar. Yang akan sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari seperti berinteraksi dengan sesama makhluk budaya. Materi yang saya tulis mencangkup pengertian Ilmu Budaya Dasar sederhana yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

      Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi isi, cara penyajian ataupun bahasa. Sekiranya tegur sapa pembaca sekalian akan dapat meningkatkan dan menyempurnakan buku ini. Demikianlah, kiranya makalah ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LATAR BELAKANG

 

      Latar belakang penulis mengangkat judul Ilmu Budaya Dasar adalah karena untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen. Selain itu, juga untuk berbagi ilmu dengan mahasiswa lainya.

Disamping itu, Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang sangat berguna dan akan terus dipakai seumur hidup. Oleh karena itu saya menulis makalah ini tidak lain adalah untuk memperdalam kemampuan menulis saya dalam menyelesaikan laporan.

       Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah pengetahuan yang mengkaji masalah-masalah budaya, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam ilmu-ilmu budaya seperti : sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, psykologi budaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TUJUAN

 

  1. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan budaya dan masalah – masalah budaya yang ada dalam masyarakat.
  2. Peka terhadap masalah-masalah budaya dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
  3. Menyadari bahwa setiap masalah budaya yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya secara kritis dan interdisipliner.
  4. Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dandapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan  masalah budaya yang timbul dalam masyarakat.

Tujuan diberikannya mata kuliah ilmu budaya dasar yaitu dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala budaya agar daya tanggap, perpepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan budayanya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.

Ilmu budaya dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu budaya yang dipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki objek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan.  Ilmu budaya dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena ilmu budaya dasar tidak memiliki objek dan metode ilmiah tersendiri dan juga tidak mengembangkan penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu budaya di atas.

 

 

 

 

 

 

ISI

 

Budaya dan Adat Istiadat Jawa Timur

 

       Kebudayaan dan adat istiadat Suku Jawa di Jawa Timur bagian barat menerima banyak pengaruh dari Jawa Tengahan, sehingga kawasan ini dikenal sebagai Mataraman; menunjukkan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan daerah kekuasaan Kesultanan Mataram. Daerah tersebut meliputi eks-Karesidenan Madiun (Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan), eks-Karesidenan Kediri (Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek) dan sebagian Bojonegoro. Seperti halnya di Jawa Tengah, wayang kulit dan ketoprak cukup populer di kawasan ini.

       Kawasan pesisir barat Jawa Timur banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Kawasan ini mencakup wilayah Tuban, Lamongan, dan Gresik. Dahulu pesisir utara Jawa Timur merupakan daerah masuknya dan pusat perkembangan agama Islam. Lima dari sembilan anggota walisongo dimakamkan di kawasan ini.

       Di kawasan eks-Karesidenan Surabaya (termasuk Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang) dan Malang, memiliki sedikit pengaruh budaya Mataraman, mengingat kawasan ini cukup jauh dari pusat kebudayaan Jawa: Surakarta dan Yogyakarta.

       Adat istiadat di kawasan Tapal Kuda banyak dipengaruhi oleh budaya Madura, mengingat besarnya populasi Suku Madura di kawasan ini. Adat istiadat masyarakat Osing merupakan perpaduan budaya Jawa, Madura, dan Bali. Sementara adat istiadat Suku Tengger banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu.

       Masyarakat desa di Jawa Timur, seperti halnya di Jawa Tengah, memiliki ikatan yang berdasarkan persahabatan dan teritorial. Berbagai upacara adat yang diselenggarakan antara lain:tingkepan (upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak pertama), babaran (upacara menjelang lahirnya bayi), sepasaran(upacara setelah bayi berusia lima hari), pitonan (upacara setelah bayi berusia tujuh bulan), sunatanpacangan.

       Penduduk Jawa Timur umumnya menganut perkawinan monogami. Sebelum dilakukan lamaran, pihak laki-laki melakukan acara nako’ake (menanyakan apakah si gadis sudah memiliki calon suami), setelah itu dilakukan peningsetan (lamaran). Upacara perkawinan didahului dengan acara temu atau kepanggih. Untuk mendoakan orang yang telah meninggal, biasanya pihak keluarga melakukan kirim donga pada hari ke-1, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, 1 tahun, dan 3 tahun setelah kematian.

Pakaian Adat Jawa Timur

pakaian adat jawa timur ini disebut mantenan. pakaian ini sering digunakan saat perkawinan d masyarakat magetan jawa timur

Upacara Adat Magetan

Upacara Labuh sesaji salah satu acara tahunan yang diselenggarakan di Telaga Sarangan. Diadakan pada bulan ruwah, hari Jum’at Pon merupakan acara Bersih Desa dengan ditandai labuh “Sesaji” ke Telaga Sarangan. Tujuannya merupakan ucapan terima kasih dari masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hadiah dari Tuhan yang berupa Telaga Sarangan, sehingga mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat Magetan khususnya dan Indonesia pada umumnya.

 

 

 

 

 

 

 

Wisata Air Terjun Magetan

Air Terjun Tirtosari terletak + – 2,5 Km sebelah barat daya dari Telaga Sarangan, dapat ditempuh dengan naik kuda atau jalan kaki. Pada lokasi Air Terjun Tirtosari ini dapat dinikmati keindahan alam, air yang mengalir dari ketinggian kurang lebih 50 M turun ke bawah melalui celah yang diapit oleh batu-batu terjal sehingga memberikan pemandangan yang indah dan daya tarik tersendiri. Menurut kepercayaan masyarakat bila menikmati Air Terjun Tirtosari kita dapat cantik dan awet muda.

Telaga Sarangan atau disebut juga Telaga Pasir berada di kaki gunung Lawu, berjarak +/ – 16 Km(arah barat) dari Kota Magetan. Para wisatawan dapat menikmati pemandangan alam. Telaga Pasir Sarangan yang mempunyai luas +- 30 Ha dengan kedalaman 28 meter, udara yang sejuk dengan suhu 18-25 C. Di tempat ini beraneka ragam fasilitas hotel, rumah makan, perahu dayung, mainan anak-anak, perahu boat dan kuda yang disediakan bagi para wisatawan dari berbagai daerah maupun wisatawan manca negara.

Kerajinan Tangan

Macam-macam produk unggulan kerajinan anyaman bambu berupa : caping, topi, baki, kap lampu, tempat tissue, tempat buah, tempat koran serta macam-macam souvenir dari bambu lainnya. Sentra industri ini terletak di Desa Ringinagung +- 1,5 arah barat daya kota Magetan.

 

Makanan Khas Magetan

Makanan khas Magetan terdiri dari makanan kecil (camilan) : lempeng beras, lempeng ketan, emping mlinjo, rengginan, rangin dari kelapa dan keripik tempe merupakan kegemaran wisatawan dari dalam dan luar daerah kota Magetan. Kegiatan ini pada umumnya dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga yang sudah profesional terletak di jalan Sawo, Selosari, Magetan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://adatistiadatjawatimur.blogspot.com/

http://semarasanta.wordpress.com/2007/09/12/adat-istiadat-jawa-manusia-jawa-timur/

http://www.fatawisata.com/wisata-nusantara/jawa

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s